Tantangan Besar Andy Murray di Cicinati Masters 2020

Andy Murray

Berita Tenis – Babak kedua Turnamen Cincinati Masters 2020 merupakan hal tersulit untuk Andy Murray yang sudah tampil kembali setelah menjalani perawatan cedera pinggul. Salah satu petenis terbaik di dunia tersebut akan melawan petenis muda, Alexander Zverev.

Andy Murray mempunyai keinginan yang besar untuk tampil dalam turnamen ATP Masters 1000 tersebut. Kompetisi ini menjadi yang pertama untuknya di musim ini. Terakhir kalinya petenis dari Inggris tersebut tampil saat meraih gelar juara ke-46 di Antwerp Open, Oktober musim lalu.

Sebelum melawan Zverev, Murray sudah membuktikan kemampuannya dengan mengalahkan petenis tuan rumah yakni Frances Tiafoe dengan skor 7-6, 3-6, 6-1. Hasil tersebut merupakan bukti jika dirinya masih dapat bersaing dengan mengesankan. Akan tetapi, dia sadar penampilannya harus lebih kuat dalam laga selanjutnya melawan Zverev, petenis muda terbaik dari Jerman saat ini.

“Zverev pastinya sudah menempati posisi 10 besar selama beberapa musim ini. Berduel dengannya adalah hal yang sulit untuk saya. Dia bergerak dengan tubuh besarnya dan fisik yang kuat. Dia kadang kesulitan memberikan servis. Namun, saat tampil mematikan, dia dengan mudah mengalahkanmu,” ucap Murray.

ALEXANDER ZVEREV

Walau demikian, Murray yakin dapat menjaga penampilannya. Apalagi juara dua kali pada turnamen Cincinnati tersebut lebih unggul dalam catatan sebelumnya dengan skor 1-0. Tapi, dia harus waspada karena kemenangan dari lawannya tersebut terjadi empat tahun silam pada Australian Terbuka 2016.

Selain itu, Murray cukup puas dapat kemenangan pada laga pertamanya melawan Tiafoe. Cedera menjadi hal yang dia jaga karena kondisinya bisa saja kambuh sewaktu-waktu. Untungnya, petenis 33 tahun tersebut tampil dengan baik.

“Bermain menjadi hal yang saya inginkan saat ini. Namun, saya juga khawatir dalam laga tersebut. Saya bergerak dengan cukup bagus. Saya melakukan banyak hal di lapangan, tapi saya percaya dapat meningkatkan permainan di laga selanjutnya,” ucapnya.

Di sisi lain, petenis di posisi 12 dunia dari Kanada yakni Denis Shapovalov bermain dengan impresif saat menang melawan juara AS Terbuka 2014, Marin Cilic dengan skor 6-3, 6-3 pada babak awal di Cincinnati Masters 2020. Kemenangan tersebut merupakan modal apik dalam mencatatkan gelar turnamen ATP Masters 1000 untuk pertama kalinya.

“Saya tidak mengira bisa tampil lebih baik. Itu merupakan hasil yang begitu sulit untuk berhadapan dengan Marin di babak awal. Dia pemain yang mengesankan. Ini menjadi tantangan yang sulit dan baik untuk saya,” ucap Shapovalov.

Di laga selanjutnya, Shapovalov akan melawan petenis dari Jerman, Jan-Lennard Struff yang berhasil melawan atlet dari Australia, Alex de Minaur dengan skor 6-2, 6-4. Akan tetapi, petenis 21 tahun tersebut harus waspada dalam laga ini. Pasalnya, dia membukukan rekor buruk dengan tiga kekalahan dari empat laga.