Novak Djokovic Memang Sulit Kendalikan Emosinya

Novak Djokovic

Salah seorang teman Novak Djokovic angkat bicara mengenai insiden pemukulan terhadap Hakim Garis di ajang AS terbuka 2020 kemarin. Dia mengatakan bahwa petenis asal Serbia itu memang memiliki masalah dalam mengendalikan emosinya.

Novak Djokovic memang sempat membuat heboh dunia tenis setelah didiskualifikasi dari ajang AS terbuka 2020, awal pekan ini. Diusirnya petenis asal Serbia lantaran secara sembrono memukul bola kemudian mengenai seorang hakim garis pertandingan tersebut.

Sebagai informasi, Petenis Nomor Satu Dunia ini memang berhadapan dengan Pablo Carreno Busta pada babak perempat final AS Terbuka awal pekan ini.

Saat itu, yang bersangkutan tertinggal 5-6 pada set pertama, merasa frustrasi dia pun lantas memukul bola secara sembarangan, dan akhirnya bola mengenai seorang hakim garis pertandingan.

Djokovic sendiri sudah meminta maaf secara terbuka terkait sikapnya tersebut, dan menerima sejumlah kritikan yang terdengar.

Terkait hal tersebut, salah seorang teman dekat Djokovic, Daniela Hantuchova tak segan-segan mengungkapkan sisi gelap Djokovic. Menurutnya, petenis berusia 33 tahun itu memang memiliki masalah dalam mengendalikan emosi.

“Sepertinya kadang-kadang amarah (Djokovic) tak bisa dikontrol,” tutur Hantuchova, dikutip dari Fox Sports.

DIRI SENDIRI JADI PENGHALANG GELAR JUARA

Hantuchova berharap Djokovic bisa memetik pelajaran berharga dari insiden ini agar bisa lebih mengendalikan emosinya lagi. Sangat disayangkan karena justru dirinya sendiri yang jadi penghalang gelar juara Grand Slam ke-18.

“Saya peduli dan menghormati apa yang ia lakukan untuk dunia tenis, tapi saya harap dia bisa mengambil pelajaran, bahkan di saat-saat buruk ketika satu-satunya yang menghalangi dia dan gelar Grand Slam ke-18 adalah dirinya sendiri.” Tandasnya.

SEBENARNYA PUNYA NIAT BAIK, HANYA SAJA KURANG TEPAT

Lebih lanjut, menurut Hantuchova sebenarnya Djokovic beberapa kali punya niat baik untuk olahraga ini, hanya saja sering kali waktunya kurang tepat.

“Dia sering punya niat baik, hanya saja waktunya tak tepat, seperti Adria Tour. Tak ada masalah mengadakan turnamen seperti itu, tapi tidak saat seluruh dunia berhenti. Sama seperti soal ATP. Tentu saja ada hal-hal yang perlu diubah, tapi tidak sekarang,” tambahnya.