Dominic Thiem Percaya Diri Menyongsong Prancis Terbuka 2020

Dominic Thiem

Turnamen Grand Slam Prancis terbuka 2020 tidak akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya menyusul pandemi Virus Corona. Namun situasi yang berbeda ini mungkin akan membuat Petenis asal Austria, Dominic Thiem bakal lebih diuntungkan.

Dominic Thiem sendiri terbit pada akhirnya berhasil meraih gelar juara Grand Slam pertamanya di awal September ini di ajang AS Terbuka 2020 dengan mengalahkan Alexander Zverev pada partai puncak.

JUARA DI AS TERBUKA BIKIN PERCAYA DIRI

Tentu saja, gelar juara pertama ini menambah kepercayaan diri pria berusia 27 tahun tersebut. Apalagi, dalam waktu dekat Thiem akan kembali beraksi di ajang Prancis terbuka 2020.

“Saya harap saya bisa membawa dan menggunakan momentum kemenangan terakhir saya di Paris,”

“Saya harap dari diri saya sendiri untuk bisa lebih baik dan lebih rileks saat ini. Bahkan jika saya tidak ingin mengatakannya kepada diri saya sendiri, saya telah melakoni beberapa Grand Slam terakhir di bawah banyak tekanan. Tetapi sekarang hal itu telah hilang.” ungkap Thiem.

Mengingat lapangan yang digunakan pada ajang Prancis terbuka ini berbeda dengan AS Terbuka, maka mau tidak mau Dominic Thiem harus beradaptasi dengan cepat jika memang bertekad meraih gelar juara.

PERSIAPAN SUDAH CUKUP MATANG

Apalagi, persiapan Dominic Thiem bisa dikatakan cukup minim, pasalnya setelah berhasil menjadi juara di ajang AS Terbuka awal bulan ini, dia memilih absen di ajang Italia Terbuka yang dimenangkan Novak Djokovic.

Meski begitu, Nicolas Massu sebagai Pelatih Dominic Thiem menegaskan bahwa persiapan sang petenis sudah cukup. Kemenangannya di ajang AS Terbuka adalah bukti dari persiapan tersebut.

“Saya pikir hal itu akan membantu Dominic untuk merasa lebih tenang karena semua orang banyak membicarakan tentang generasi baru.Saat ini, ia akan lebih tenang untuk berkompetisi di Grand Slam selanjutnya.” tutur Massu.

Sebagai informasi, keberhasilan Dominic Thiem menjadi juara di ajang AS Terbuka 2020 mencatatkan sejumlah rekor baru. Salah satunya adalah dia merupakan petenis putra pertama kelahiran 90an yang memenangkan Grand Slam.

Apakah ini menandakan berakhirnya periode dominasi para petenis kelahiran 80an?