Australia Jelaskan Soal Menyebut Roger Federer GOAT

Australia Jelaskan Soal Menyebut Roger Federer GOAT

Tenis Lapangan – Pemain hebat ganda Australia, Todd Woodbridge, yakin Roger Federer tidak bisa dianggap sebagai petenis terhebat sepanjang masa karena rekor head-to-headnya yang lebih rendah melawan Rafael Nadal dan Novak Djokovic.

Tiga Besar dianggap sebuah pencapaian yang hebat dengan banyak yang tidak dapat memisahkan mereka dalam hal debat pemain terhebat sepanjang masa (GOAT). Federer dan Nadal memimpin statistik dalam hal kemenangan Grand Slam terbanyak karena keduanya mengemas 20 sementara Djokovic terpaut tiga.

Namun, Federer memiliki pertemuan negatif melawan dua musuh bebuyutannya saat Nadal memimpin persaingan mereka 24-16 sementara Djokovic memiliki keunggulan 27-23 atas Swiss. Sedangkan untuk pertarungan Nadal-Djokovic, petenis Serbia itu memimpin pertandingan dengan skor 29-27.

Meskipun Woodbridge merasa Federer adalah “greatest all-court player”, dia tidak mendukungnya sebagai GOAT secara penuh.

“Dia [Federer] adalah greatest all-court player,” ucap pemain Australia itu.

“Untuk mengatakan bahwa dirinya merupakan pemain yang terhebat [sepanjang masa] adalah sebuah hal yang sulit, hal tersebut mulai membuat saya ragu ketika dia tidak memiliki rekor kemenangan atas Rafael Nadal dan Novak Djokovic.”

Woodbridge juga yakin dominasi Nadal di Roland Garros menghilangkan klaim Federer sebagai GOAT.

Petenis Spanyol itu telah memenangkan hasil tenis 13 gelar Prancis Open sementara Federer hanya memiliki satu gelar.

“Tapi gaya permainannya [Federer], caranya membawa dirinya sendiri – Rafa merusaknya dengan mendominasi Prancis Terbuka dengan 13 gelar Grand Slam,” sambung dia.

“Jika Roger bisa memenangkan tiga di antaranya dan Rafa hanya 10, ya, dia akan menjadi yang terhebat sepanjang masa.”